Ada yang tidak tahu bali?
Bali itu lebih dikenal di luar sana dari pada indonesia. Fakta?? Ya..! Mayoritas orang tahu seperti itu.
Bali,
Mayoritas agama Hindu. Mereka sangat taat akan aturan agamanya. Berjuta- juta pendatang dengan latar belakang yang berbeda datang kesana, salut.. tak ada yang bisa merubah mereka.
Kehidupan disana yang kudengar, sangat lah tenteram. Tak perlu banyak aturan, orang sudah teratur. Tak banyak polisi, maling, apalagi preman. Semua ini kiranya kurang berlaku disana. Tanah mereka amatlah terjaga. Bukti tanda mereka menghargai leluhur, warisan, dan sejarahnya. Sepertinya kita perlu belajar banyak dari mereka soal menghargai tanah & sejarah.
Jakarta.
Apa yang terlintas di benakmu saat mendengarnya?
Coba kita lihat rekam jejak mereka di masa dahulu. Dan mari lihat sekarang. Bibir kota, siapa penghuninya?
''Mereka'' begitu mahir me-mindset kan UANG, LIFESTYLE MEWAH di kepala kita. Uang..uang dan uang. Celah ide Soekarno memerdekakan negeri ini mereka manfaatkan secepat tanganku mengetik ini. Tak siap, tapi harus merdeka. Nanti setelah merdeka kita siapin, kata bung Karno.
Disini, Tanah nenek moyangMu, tempat kelahiranMu, awal sejarahMu dimulai. Kau harus Ingat, kau adalah jajahan. Kita pernah meratapi dan menangis darah karena ingin merdeka di tanah sendiri. Setelah tercapai, kau malah enak menjualinya hanya karena beberapa ikat ratusan ribu. Sama halnya kau telah menjual sejarah ibu bapak nenek buyutMu ke tangan berdarah itu. Tak bosankah kita dijajah? Sehingga kita beramai-ramai menjual sejarah kita? Tinggal menunggu waktu saja kita akan seperti pohon yang disetubuhi benalu. MATI..!
MEDAN' SADARLAH....!
''Seekor babi sekalipun, kalaulah dipukuli dan terjatuh ke air akan melawan sekalipun nyawa taruhannya''.
Kata-kata ini saya dapat dari perjuangan pemberontakan 300 pasukan liar pemburu kepala (suku asli penduduk)Taiwan, melawan ribuan tentara Jepang saat dijajah pada tahun 1930 an setelah Cina menyerahkanNya kepada Jepang.
Tak mudah bagi jepang menguasai daerah itu. Setiap jengkal tanah yang dilangkahkan tentara jepang, itu berarti 1 kepala (dari mereka) akan hilang.
''Pecah belah dulu, baru kuasai'' Hal inilah yang membuat suku asli taiwan dikalahkan. Ganjarannya, mereka harus tunduk membawa balok dari puluhan mil jauhnya agar di olah ke Wushe (pusat kota pada waktu itu). Anak- anak mereka ditampari di sekolah karena harus menggunakan bahasa jepang, upah mengangkut balok tak seberapa hanya cukup membeli 3 mangkok arak ilalang, perempuan mereka diperkosa dan disuruh sebagai pelayan jepang, lahan perburuan pun mulai gundul, hewan buruan otomatis akan punah dan mencari tempat lain untuk hidup, yang paling ditakuti dari ketua-ketua suku adalah hilangnya peradaban mereka di depan mata sendiri dalam waktu 20 tahun.
Singkat cerita, pemberontakan pun dimulai dari kesadaran pemuda yang menganggap mereka tiadalah artinya sama seperti babi yang diburu harus keluar dari sarangnya. Kabar di sebarkan ke ke-12 kepala suku dengan diam-diam.
Waktu persiapan sangatlah singkat, mengingat luas daerah hampir seluas pulau Sumatera. 10 suku bergabung, 1 menolak, dan 1 suku lagi tidak sampai kabarnya. Di saat gentingnya suasana, Dahdo ketua suku yang menolak ikut berperang, berdebat dengan pemuda sukunya dengan alasan takut kehilangan peradaban dan mati sia-sia melihat perangkat senjata tak berbanding dengan tentara jepang. Mouna Rudo mendengar dan mendatangi Dahdo dengan menodongkan senapan jepang ke lehernya. Kira2 begini perdebatnnya.
Mouna : ''lihat wajah mereka..! tanpa tato diwajah'', kau rela leluhur kita tidak menerima mereka di jembatan pelangi? (tanpa tato di wajah seseorang itu tidak akan diterima di surga mereka)
Dahdo : kau mengorbankan nyawa mereka hanya untuk tato di wajah??
Mouna : HARGA DIRI...!!! (sambil menawarkan senjata).
Sejenak dahdo terdiam, lalu menerima senjata dari Mouna Rudo.
Jauh sebelum rencana Mouna rudo dilakukan, Dakis Nawi salah satu tentara jepang yang berdarah suku asli taiwan tahu, diam-diam dia bertanya dengan sindiran ke Mouna Rudo kepala suku atayal itu.
Singkatnya, Dakis ''apa buruknya di perintah orang jepang? Kita malah makin semakin maju, punya sekolah, kantor pos, rumah sakit, dan berperadaban? Sebegitu burukkah bagi kita dipimpin oleh jepang?.
Mouna : HARGA DIRI...!!! (sambil menawarkan senjata).
Sejenak dahdo terdiam, lalu menerima senjata dari Mouna Rudo.
Jauh sebelum rencana Mouna rudo dilakukan, Dakis Nawi salah satu tentara jepang yang berdarah suku asli taiwan tahu, diam-diam dia bertanya dengan sindiran ke Mouna Rudo kepala suku atayal itu.
Singkatnya, Dakis ''apa buruknya di perintah orang jepang? Kita malah makin semakin maju, punya sekolah, kantor pos, rumah sakit, dan berperadaban? Sebegitu burukkah bagi kita dipimpin oleh jepang?.
Mouna '' sebegitu baikkah dipimpin orang jepang?? Kita disuruh tunduk menggotong kayu balok dengan upah tak seberapa, jadi pelayan, anak kami ditampari di sekolah hanya karna bahasa, perempuan diperkosa, 20 tahun lagi suku ini akan lenyap, sebegitu baikkah dipimpin orang jepang??Perang dimulai hingga 300 pasukan Seediq Bale gugur termasuk yang bunuh diri terkecuali Mouna Rudo, menghilang tanpa jejak. Pasukan jepang yang gugur ribuan, sebagian kepalanya tidak di temukan.
Kisah mereka ini nyata, sarat akan makna harga diri dan nasionalis yang tinggi. Perlakuan yang buruk kepada seseorang/sekelompok orang, cepat atau lambat akan diterimanya. Namun ingat, ada pepatah di Facebook mengatakan ''Saya tidak akan dendam, tapi akan saya ingat sampai saya lupa'' ( Toyyib Zenglod ).
Mouna Rudo (tengah)
dikepung dan ditawan (atas).
kepala Seediq Bale yang gugur di medan perang (bawah).

Kisah mereka ini nyata, sarat akan makna harga diri dan nasionalis yang tinggi. Perlakuan yang buruk kepada seseorang/sekelompok orang, cepat atau lambat akan diterimanya. Namun ingat, ada pepatah di Facebook mengatakan ''Saya tidak akan dendam, tapi akan saya ingat sampai saya lupa'' ( Toyyib Zenglod ).
Mouna Rudo (tengah)
dikepung dan ditawan (atas).
kepala Seediq Bale yang gugur di medan perang (bawah).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar