Selasa, 26 Mei 2015

TERORISME DAN JIHAD DARI PANDANGAN DUNIA ISLAM





Terorisme adalah merupakan kata yang tidak asing lagi bagi kita. Kata terorisme juga sangat akrab di telinga dan mata ketika kita menyalakan televisi, membaca koran, ataupun mendengarkan ceramah ceramah dari orang yang kita dengarkan. Banyak sekali pandangan pandangan yang menyimpang dari arti sebenarnya juga yang tidak dapat difahami oleh pendengar yang disampaikan oleh tokoh- tokoh terpandang tersebut. Banyak contoh kasus bahkan fakta kasus yang menyangkut penyalah artian kata terorisme dan jihad tersebut. Yang mana jihad dan terorisme membawa orang kepada taklid atau mengikut tanpa ilmu.bahkan penganut muslim sekalipun terkadang tak memahami apa itu jihad dan terorisme. Dalam tulisan ini, yang saya ambil dari pidato Dr. Dzakir Abdul Karim Naik pada salah satu tema yang paling di tunggu oleh dunia yang haus akan arti jihad dan terorisme tersebut yang juga dihadiri oleh pemuka agama Kristen, Hindu, Buddha dll. Beliau menerangkan seperti berikut ini.
topik dari pembicaraan sore ini adalah Terorisme dan jihad dari pandangan dunia islam. Banyak dari kita mungkin menyadari bahwa, lebih dari 20%  dari populasi dunia adalah orang muslim. Lebih dari 1/5 populasi dunia adalah orang muslim. Mengenai hal teroris dan juga islam, ada pandangan setiap muslim pastilah seorang teroris. Kalian pasti bingung, apa sih yang sedang dibicarakan oleh Dr zakir naik pada pertemuan ini? Apakah tiap muslim itu adalah teroris? Apa arti kata teroris? Menurut defenisi teroris adalah seseorang yang menteror. Seorang perampok yang melihat polisi merasa takut. Jadi bagi perampok itu si polisi adalah seorang teroris. Dalam pembahasan ini, (tepuk tangan yang meriah) setiap muslim haruslah menjadi teroris bagi perampok. Kapanpun perampok melihat muslim ia akan menjadi ketakutan.
Kapanpun seorang pemerkosa melihat muslim ia akan ketakutan. Setiap muslim harus menjadi teroris bagi setiap elemen anti sosial. Saya sadar, teroris yang kebanyakan anak muda adalah orang-orang  yang menteror orang-orang yang tidak berdosa. Dalam konteks ini, tidak ada seorang muslim pun yang boleh menteror orang yang tidak berdosa. Muslim harus memilih untuk menteror  mereka yang anti sosial. Banyak sekali. Dua pandangan untuk aktifitas yang sama dilakukan.  Contohnya, 16 tahun yang lalu saat kita (India) diperintah oleh orang-orang Inggris yang mengendalikan india waktu itu. Ada beberapa orang India yang berjuang demi kemerdekaan. Kelompok India ini, dianggap sebagai teroris oleh pihak dari inggris. Tapi orang-orang(yang berjuang untuk india) itu dianggap sebagai pahlawan untuk india sendiri. Pejuang kemerdekaan. Orang yang sama aktivitas sama 2 pandangan berbeda. Satu sisi sebagai teroris dan satu sisi menganggap mereka sebagai pahlawan. Orang yang sama aktivitas sama 2 pandangan berbeda. Karena itulah saya peringatkan kepada anda, sebelum kita memberikan pandangan terhadap sesuatu cobalah mengerti alasan dibalik pandangan tersebut.
Jika anda setuju dengan pemerintah inggris bahwa, inggris berhak untuk memerintah india anda akan menyebut orang-orang ini sebagai teroris. Tapi jika anda setuju dengan masyarakat india secara umum bahwa inggris telah merusak india dan tidak berhak memerintah kita maka anda akan menyebut bahwa orang-orang itu adalah pejuang kemerdekaan. Orang yang sama aktivitas sama 2 pandangan berbeda. Sekarang saya ingin memberi contoh mengenai Nelson Mandela yang merupakan mantan presiden Negara Afrika selatan yang baru yang bebas. Kita tahu berdasarkan pemerintah sebelumnya, pemerintahan kulit putih sebelumnya. Mereka menyebut nelson Mandela itu sebagai teroris. Sehingga mereka memenjarakannya di pulau robin lebih dari 25 tahun. 
Tapi orang yang sama, orang-orang afrika selatan mereka menyebutnya pahlawan. Orang yang sama aktivitas sama 2 pandangan berbeda. Tapi jika anda setuju dengan pemerintahan kulit putih sebelumnya di afrika selatan bahwa warna kulit putih membuat mereka lebih hebat, jika warna kulit memisahkan dan membuat derajat diri mereka lebih tinggi bahwa kita harus setuju bahwa teroris terbesar didunia adalah nelson Mandela. Tapi jika anda setuju dengan pandangan afrika selatan yang memang asli penduduk afrika selatan bahwa warna kulit tidak membuat mereka lebih hebat atau mengatakan disebutkan dalam Al-quran dalam surat Al-hujuraat 49 ayat 13 yang berbunyi ;
yaa ayyuha annasu innaa kholaqnaakum  min dzakariw wauntsaa wa ja’alnaakum su’uban wa kobaaila lita’aarofuu inaa akromakum indallohi anfusakum innalloha aliimun khobiir.  (Kalian manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal megenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertakwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal).
Buka saling membenci, karena yang paling dihormati dihadapan tuhan Allah adalah orang yang paling bertakwa. Kriteria penghakiman dihadapan Allah bukanlah warna kulit, bukan kelamin, bukan kekayaan, namun ketaqwaan kebenaran, kebaikan dan kesadaran diri. Jika anda setuju dengan Al-quran dan juga dikatakan hajaatul wida dalam khotbah yang terakhir. Jika anda setuju dengan pandangan dari Al-quran dan inti dari khotbah tadi anda tidak akan menyebutkan tadi nelson Mandela sebagai teroris tapi orang yang berjuang untuk kemerdekaan. Karena itulah sebelum kita mengecap seseorang atau tindakannya cobalah untuk mengerti untuk alasan apa dia melakukan tindakan tersebut.
Nomor 2. Yang keliru dari konsep islam adalah jihad. Bahwa ada kekeliruan besar mengenai arti kata jihad. Bukan hanya diantara orang-orang non-muslim, tapi juga diantara musllim sendiri. Kebanyakan orang-orang muslim ataupun non-muslim merasa bahwa setiap perang yang dilakukan oleh orang-orang muslim untuk alasan apapun juga apakah hal itu untuk kepentingan pribadi, politik, daerah kekuasaan, atau juga bahasa untuk apapun dimanapun perang itu dilakukan orang muslim perang itu disebut jihad. Ini kekeliruan besar bukan saja diantara orang-orang nonmuslim tapi juga diantara muslim. Bahawa tiap kali muslim berperang itu disebut jihad. Jihad berasal dari kata-kata arab. Jahada yang berarti bekerja keras, yang berarti berjuang, yang berarti mengeluarkan usaha. Dan dalam konteks islam jihad berarti berjuang, melawan keinginan jahat yang datang dari diri sendiri. Jihad dalam konteks islam berarti berjuang untuk memperbaiki masyarakat ini termasuk berjuang dalam peperangan untuk mempertahankan diri. Juga termasuk berjuang, berjuang untuk melawan tirani dan penindasan. Jihad, berasal dari kata dasar jahada-yujahidu. Yang berarti berusaha, berjuang.
Contohnya, jika seorang siswa berusaha untuk lulus dari ujiannya dalam bahasa arab kita menyebutnya jihad juga. Dia berusaha, berjuang, untuk lulus dalam ujiannya. Jika seorang pegawai berusaha, berjuang untuk memuaskan atasannya tidak perduli apa baik atau tidak itu disebut jihad. Tidak peduli apakah pegawai itu baik atau tidak apakah dia berjuang untuk memuaskan atasannya itu disebut jihad. Jihad artinya adalah untuk berjuang. Jika seorang politikus berjuang untuk memenangkan kampanye entah ia baik atau tidak dalam bahasa arab itu disebbut jihad. Mengenai kekeliruan dalam kata-kata jihad kebanyakan orang muslim dan nonmuslim menganggap bahwa jihad hanya bisa dilakukan orang-orang muslim. Sebenarnya ada ayat di Al-quran yang dikatakan oleh Allah bahwa nonmuslim pun dapat melakukan jihad. Al-quran yang mengatakan. Surat lukman ayat 14 bab 31. Disana dikatakan bahwa kita yang menikmati hidup sebagai manusia maka kita harus berbuat baik pada orang tua. Ayat selanjutnya di surat lukman bab 31 ayat 15 mengatakan bahwa jika orang tua kalian berjuang atau memaksa kalian untuk memuja tuhan selain dari pada aku selain Allah maksudnya, yang mana kalian tidak mengerti maka jangan menuruti mereka. Al-quran berkata. Jika orang tua kalian berkata berjuang untuk memaksamu untuk  memuja orang lain selain Allah maha besar jangan menuruti mereka, kalian dengar itu.. bahwa orang nonmuslim pun bisa melakukan jihad.
Pesan yang sama ada di surat al-ankaabut bab 29 ayat 8, kita sebagai manusia harus menghormati orang tua kita. Tapi jika mereka berjuang dan melakukan jihad dan juga memaksa kamu untuk memuja tuhan selain aku selain Allah yang maha besar dimana kalian tidak mengerti maka jangan menuruti mereka. Tapi hiduplah dengan mereka dengan penuh kasih sayang. Kini kita tahu dari Al-quran bahwa nonmuslim pun bisa melakukan jihad.  Al-quran menyebutkan di surat annisaa bab 4 ayat 76 orang –orang yang percaya berjuang dengan cara Allah SWT dan orang yang tidak percaya berjuang dengan cara setan orang-orang yang berjuang melawan keinginan setan yang menentang kedamaian maka siapapun dia disebut melakukan jihad..
Jihad, hanyalah kata arab yang berarti berusaha berjuang. Dalam konteks orang percaya mereka berjuang dengan cara Allah dan disebut dengan jihad fii sabiilillah mereka yang jahat berjuang dengan cara setan dan di sebut dengan jihad fii sabiilissyaiton. Jadi jihad ada jenisnya ada yang baik juga yang jahat. Berjuang untuk hal baik berjuang untuk hal jahat. Tapi dalam konteks islam jika tidak di spesifikasikan kita mengambil arti bahwa jihad adalah untuk alasan yang baik.
jihad fii sabiilillah jihad dengan cara Allah SWT kecuali dispesifikasikan sudah dipastikan bahwa tiap kali jihad itu berarti fii sabiilillah jihad dengan cara Allah SWT. Kekeliruan lainnya baik dikalangan nonmuslim atau muslim jihad adalah berarti perang suci. Sebenarnya jika kit abaca di Al-quran,  tidak ada kata perang suci dalam Al-quran. Kita tidak akan menemukan perang suci dalam ayat ,manapuun atau dikatakan oleh nabi atau dalam Al-quran. Terjemahan bahasa arab untuk kata perang suci adalah yaitu harbul mukaddifah yang berarti perang suci. Kata ini tidak pernah disebutkan dalam Al-quran dan juga tidak pernah disebutkan dalam buku-buku nabi yang asli.
Kata perang suci pertama kali digunakan oleh orientalis saat pertama kali mereka menulis buku tentang islam dan sangat disayangkan banyak cendikiawan muslim pun menterjemahkan jihad sebagai perang suci. Sangat disayangkan. Ketika banyak orang salah mengerti tentang ajaran islam banyak cendikiwan muslimpun menggunakan terjemahan ini dan menggunakan terjemahan ini dan  mereka mengira bahwa terjemahan yang paling cocok untuk bahasa arab jihad adalah perang suci, ini sangat salah. kata yang disebutkan dalam kita suci Al-quran adalah berjuang. Yang berarti membunuh. Tapi sekali lagi, melawan ada 2 jenis, membunuh ada 2 jenis untuk tujuan baik dan tujuan jahat. Seperti dipelajari dalam Al-quran surat anniasaa bab 4 ayat 76, orang-orang yang percaya, berjuang dengan cara Allah SWT, mereka berjuang dengan caraAllah dan orang yang tidak percaya berjuang dengan cara setan. Orang yang percaya berjuang melawan kekuatan setan artinya orang jahat berjuang dengan cara setan. Dan orang baik berjuang dengan caraAllah swt.
Jadi jihad bukan beraarti perang suci. dan kita hanya berarti hanya untuk berjuang. Kita fii sabiilillah berarti berjuang dengan cara Allah SWT. Dan kita fii sabilissayiton berjuang dengan cara setan. Kata jihad disebutkan beberapa kali dalam Al-quran diberbagai tempat. Bahkan pernah digunakan oleh nabi Muhammad SAW dan juga beberapa doktrin lainnya. Jika anda baca Al-quran disebutkan dalam surat alhaj bab 22 ayat 78 seperti mereka berjuang dijalan Allah SWT demikian kita harus berjuang dengan keikhlasan dan disiplin. Dengan cara Allah SWT lah kita seharusnya  berjuang. Juga dikatakan dalam Al-quran surat attaubah ayat 20 bab 9 orang orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dijalan Allah SWT  dengan harta benda mereka dan diri mereka adalah lebih tinggi derajatnya disisi Allah SWT dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Itu artinya bagi siapa saja orang beriman yang berusaha jika ia berjuang dan berjihad dijalan Allah SWT  dan dengan kekuatan Allah dan juga  tidak mementingkan dirinya sendiri dengan seluruh nyawa dan juga fikirannya inilah orang-orang yang menerima tempat yang tertinggi disisinya dan mereka akan segera masuk surga.
Kemudian disebutkan juga dalam hadis shahih albukhori edisi ke 4 no 46 disitu dikatakan almujahidin bahwa almujadihidin adalah orang-orang yang berjuang dijalan Allah dan Allah juga tahu siapa orang-orang yang berjuang dijalannya. Dan perhatikan ini. Orang-orang ini adalah orang orang yang mengerjakan puasa dan sholat tanpa ditinggalkan. Dan bila seseorang seperti mujahidin yang berjuang dijalan Allah lalu ia mati maka ia masuk surga dan jika ia kembali maka ia akan mendapatkan pahala  yang setimpal. Katajihad disebutkan dalam Al-quran dalam beberapa kali dan difirmankan oleh Allah SWT surat al ankaabut bab 29 ayat 6 disebutkan, dan barangsiapa yang ber jihad dijalan Allah SWT itu untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah maha kaya dan ia tidak memerllukan sesuatu dari alam. Artinya apabila kau berjuang dengan jalan Allah SWT kau melakukannya untuk dirimu sendiri, karena Allah SWT tidak memerlukan apapun. Artinya jika engkau berjuang dijalan Allah itu untuk keuntungan dirimu sendiri  dan bukan untuk Allah. Karena Allah tidak bergantung pada ciptaanya Allah mandiri dan dia tidak memerlukan bantuan siapapun  juga jika kau berjuang dengan jalan Allah maka semua itu untuk keuntunganmu sendiri.
Disebutkan juga dalam Al-quran, surat attaubah bab 9 ayat  24, kul inkaana aabaukum wa abnaaukum wa akhwaanukum wa ajwaajukum wa asiirotukum wa amwaalu iktaroptumuuhaa watijaarotun takhsaunaa kasaadahaa wa masskinuu tardounahaa ahabbaa ilaikum minalloohi warosuulihi wa jihaadim fii sabiilihi fatarobbashuu hattaa ya’ti alloohu biamrihi walloohu laa yahdil koumal faasikiin. (katakanlah jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, dan kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cinati daripadaAllah dan rasulnya dan dari berjihad dijalannya, maka tunggulah sampaiAllah mendatangkan keputusannya. Dan Allah tidak memberi petunjuk bagi orang-orang fasik). 
Allah juga berkata apabila kamu mencintai dunia, dan segala harta benda lebih dari cintamu padanya dan lebih dari rasulnya dan berjuang dengan jalan Allah SWT maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusannya. Dan Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar