Terorisme
adalah merupakan kata yang tidak asing lagi bagi kita. Kata terorisme juga
sangat akrab di telinga dan mata ketika kita menyalakan televisi, membaca koran,
ataupun mendengarkan ceramah ceramah dari orang yang kita dengarkan. Banyak
sekali pandangan pandangan yang menyimpang dari arti sebenarnya juga yang tidak
dapat difahami oleh pendengar yang disampaikan oleh tokoh- tokoh terpandang
tersebut. Banyak contoh kasus bahkan fakta kasus yang menyangkut penyalah
artian kata terorisme dan jihad
tersebut. Yang mana jihad dan
terorisme membawa orang kepada taklid atau
mengikut tanpa ilmu.bahkan penganut muslim sekalipun terkadang tak memahami apa
itu jihad dan terorisme. Dalam
tulisan ini, yang saya ambil dari pidato Dr. Dzakir Abdul Karim Naik pada salah
satu tema yang paling di tunggu oleh dunia yang haus akan arti jihad dan terorisme tersebut yang juga
dihadiri oleh pemuka agama Kristen, Hindu, Buddha dll. Beliau menerangkan
seperti berikut ini.
“ topik dari pembicaraan sore ini
adalah Terorisme dan jihad dari
pandangan dunia islam. Banyak dari kita mungkin menyadari bahwa, lebih dari
20% dari populasi dunia adalah orang
muslim. Lebih dari 1/5 populasi dunia adalah orang muslim. Mengenai hal teroris
dan juga islam, ada pandangan setiap muslim pastilah seorang teroris. Kalian
pasti bingung, apa sih yang sedang dibicarakan oleh Dr zakir naik pada
pertemuan ini? Apakah tiap muslim itu adalah teroris? Apa arti kata teroris?
Menurut defenisi teroris adalah seseorang yang menteror. Seorang perampok yang
melihat polisi merasa takut. Jadi bagi perampok itu si polisi adalah seorang
teroris. Dalam pembahasan ini, (tepuk tangan yang meriah) setiap muslim
haruslah menjadi teroris bagi perampok. Kapanpun perampok melihat muslim ia
akan menjadi ketakutan.
Kapanpun seorang pemerkosa melihat muslim ia
akan ketakutan. Setiap muslim harus menjadi teroris bagi setiap elemen anti
sosial. Saya sadar, teroris yang kebanyakan anak muda adalah orang-orang yang menteror orang-orang yang tidak berdosa.
Dalam konteks ini, tidak ada seorang muslim pun yang boleh menteror orang yang
tidak berdosa. Muslim harus memilih untuk menteror mereka yang anti sosial. Banyak sekali. Dua
pandangan untuk aktifitas yang sama dilakukan.
Contohnya, 16 tahun yang lalu saat kita (India) diperintah oleh
orang-orang Inggris yang mengendalikan india waktu itu. Ada beberapa orang
India yang berjuang demi kemerdekaan. Kelompok India ini, dianggap sebagai
teroris oleh pihak dari inggris. Tapi orang-orang(yang berjuang untuk india)
itu dianggap sebagai pahlawan untuk india sendiri. Pejuang kemerdekaan. Orang
yang sama aktivitas sama 2 pandangan berbeda. Satu sisi sebagai teroris dan
satu sisi menganggap mereka sebagai pahlawan. Orang yang sama aktivitas sama 2
pandangan berbeda. Karena itulah saya peringatkan kepada anda, sebelum kita
memberikan pandangan terhadap sesuatu cobalah mengerti alasan dibalik pandangan
tersebut.
Jika anda setuju dengan pemerintah inggris
bahwa, inggris berhak untuk memerintah india anda akan menyebut orang-orang ini
sebagai teroris. Tapi jika anda setuju dengan masyarakat india secara umum
bahwa inggris telah merusak india dan tidak berhak memerintah kita maka anda
akan menyebut bahwa orang-orang itu adalah pejuang kemerdekaan. Orang yang sama
aktivitas sama 2 pandangan berbeda. Sekarang saya ingin memberi contoh mengenai
Nelson Mandela yang merupakan mantan presiden Negara Afrika selatan yang baru
yang bebas. Kita tahu berdasarkan pemerintah sebelumnya, pemerintahan kulit
putih sebelumnya. Mereka menyebut nelson Mandela itu sebagai teroris. Sehingga
mereka memenjarakannya di pulau robin lebih dari 25 tahun.
Tapi
orang yang sama, orang-orang afrika selatan mereka menyebutnya pahlawan. Orang
yang sama aktivitas sama 2 pandangan berbeda. Tapi jika anda setuju dengan
pemerintahan kulit putih sebelumnya di afrika selatan bahwa warna kulit putih
membuat mereka lebih hebat, jika warna kulit memisahkan dan membuat derajat
diri mereka lebih tinggi bahwa kita harus setuju bahwa teroris terbesar didunia
adalah nelson Mandela. Tapi jika anda setuju dengan pandangan afrika selatan
yang memang asli penduduk afrika selatan bahwa warna kulit tidak membuat mereka
lebih hebat atau mengatakan disebutkan dalam Al-quran dalam surat Al-hujuraat
49 ayat 13 yang berbunyi ;
yaa
ayyuha annasu innaa kholaqnaakum min
dzakariw wauntsaa wa ja’alnaakum su’uban wa kobaaila lita’aarofuu inaa
akromakum indallohi anfusakum innalloha aliimun khobiir. (Kalian
manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang
perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu
saling kenal megenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi
Allah ialah orang yang paling bertakwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah maha
mengetahui lagi maha mengenal).
Buka saling membenci, karena yang paling
dihormati dihadapan tuhan Allah adalah orang yang paling bertakwa. Kriteria
penghakiman dihadapan Allah bukanlah warna kulit, bukan kelamin, bukan
kekayaan, namun ketaqwaan kebenaran, kebaikan dan kesadaran diri. Jika anda
setuju dengan Al-quran dan juga dikatakan hajaatul wida dalam khotbah yang
terakhir. Jika anda setuju dengan pandangan dari Al-quran dan inti dari khotbah
tadi anda tidak akan menyebutkan tadi nelson Mandela sebagai teroris tapi orang
yang berjuang untuk kemerdekaan. Karena itulah sebelum kita mengecap seseorang
atau tindakannya cobalah untuk mengerti untuk alasan apa dia melakukan tindakan
tersebut.
Nomor 2. Yang keliru dari konsep islam adalah jihad. Bahwa ada kekeliruan besar
mengenai arti kata jihad. Bukan hanya
diantara orang-orang non-muslim, tapi juga diantara musllim sendiri. Kebanyakan
orang-orang muslim ataupun non-muslim merasa bahwa setiap perang yang dilakukan
oleh orang-orang muslim untuk alasan apapun juga apakah hal itu untuk
kepentingan pribadi, politik, daerah kekuasaan, atau juga bahasa untuk apapun
dimanapun perang itu dilakukan orang muslim perang itu disebut jihad. Ini kekeliruan besar bukan saja
diantara orang-orang nonmuslim tapi juga diantara muslim. Bahawa tiap kali
muslim berperang itu disebut jihad. Jihad berasal dari kata-kata arab.
Jahada yang berarti bekerja keras, yang berarti berjuang, yang berarti
mengeluarkan usaha. Dan dalam konteks islam jihad
berarti berjuang, melawan keinginan jahat yang datang dari diri sendiri. Jihad dalam konteks islam berarti
berjuang untuk memperbaiki masyarakat ini termasuk berjuang dalam peperangan
untuk mempertahankan diri. Juga termasuk berjuang, berjuang untuk melawan
tirani dan penindasan. Jihad, berasal
dari kata dasar jahada-yujahidu. Yang berarti berusaha, berjuang.
Contohnya, jika seorang siswa berusaha untuk
lulus dari ujiannya dalam bahasa arab kita menyebutnya jihad juga. Dia berusaha, berjuang, untuk lulus dalam ujiannya.
Jika seorang pegawai berusaha, berjuang untuk memuaskan atasannya tidak perduli
apa baik atau tidak itu disebut jihad.
Tidak peduli apakah pegawai itu baik atau tidak apakah dia berjuang untuk
memuaskan atasannya itu disebut jihad.
Jihad artinya adalah untuk berjuang.
Jika seorang politikus berjuang untuk memenangkan kampanye entah ia baik atau
tidak dalam bahasa arab itu disebbut jihad.
Mengenai kekeliruan dalam kata-kata jihad
kebanyakan orang muslim dan nonmuslim menganggap bahwa jihad hanya bisa dilakukan orang-orang muslim. Sebenarnya ada ayat
di Al-quran yang dikatakan oleh Allah bahwa nonmuslim pun dapat melakukan jihad. Al-quran yang mengatakan. Surat
lukman ayat 14 bab 31. Disana dikatakan bahwa kita yang menikmati hidup sebagai
manusia maka kita harus berbuat baik pada orang tua. Ayat selanjutnya di surat
lukman bab 31 ayat 15 mengatakan bahwa jika orang tua kalian berjuang atau
memaksa kalian untuk memuja tuhan selain dari pada aku selain Allah maksudnya,
yang mana kalian tidak mengerti maka jangan menuruti mereka. Al-quran berkata.
Jika orang tua kalian berkata berjuang untuk memaksamu untuk memuja orang lain selain Allah maha besar
jangan menuruti mereka, kalian dengar itu.. bahwa orang nonmuslim pun bisa
melakukan jihad.
Pesan yang sama ada di surat al-ankaabut bab 29
ayat 8, kita sebagai manusia harus menghormati orang tua kita. Tapi jika mereka
berjuang dan melakukan jihad dan juga
memaksa kamu untuk memuja tuhan selain aku selain Allah yang maha besar dimana
kalian tidak mengerti maka jangan menuruti mereka. Tapi hiduplah dengan mereka
dengan penuh kasih sayang. Kini kita tahu dari Al-quran bahwa nonmuslim pun
bisa melakukan jihad. Al-quran menyebutkan di surat annisaa bab 4
ayat 76 orang –orang yang percaya berjuang dengan cara Allah SWT dan orang yang
tidak percaya berjuang dengan cara setan orang-orang yang berjuang melawan
keinginan setan yang menentang kedamaian maka siapapun dia disebut melakukan jihad..
Jihad,
hanyalah kata arab yang berarti berusaha berjuang. Dalam konteks orang percaya
mereka berjuang dengan cara Allah dan disebut dengan jihad fii sabiilillah
mereka yang jahat berjuang dengan cara setan dan di sebut dengan jihad fii sabiilissyaiton. Jadi jihad
ada jenisnya ada yang baik juga yang jahat. Berjuang untuk hal baik berjuang
untuk hal jahat. Tapi dalam konteks islam jika tidak di spesifikasikan kita
mengambil arti bahwa jihad adalah
untuk alasan yang baik.
jihad fii sabiilillah jihad dengan cara Allah SWT kecuali dispesifikasikan sudah
dipastikan bahwa tiap kali jihad itu
berarti fii sabiilillah jihad dengan cara Allah SWT. Kekeliruan
lainnya baik dikalangan nonmuslim atau muslim jihad adalah berarti perang suci. Sebenarnya jika kit abaca di
Al-quran, tidak ada kata perang suci
dalam Al-quran. Kita tidak akan menemukan perang suci dalam ayat ,manapuun atau
dikatakan oleh nabi atau dalam Al-quran. Terjemahan bahasa arab untuk kata
perang suci adalah yaitu harbul mukaddifah yang berarti perang suci. Kata ini
tidak pernah disebutkan dalam Al-quran dan juga tidak pernah disebutkan dalam
buku-buku nabi yang asli.
Kata perang suci pertama kali digunakan oleh
orientalis saat pertama kali mereka menulis buku tentang islam dan sangat
disayangkan banyak cendikiawan muslim pun menterjemahkan jihad sebagai perang suci. Sangat disayangkan. Ketika banyak orang
salah mengerti tentang ajaran islam banyak cendikiwan muslimpun menggunakan
terjemahan ini dan menggunakan terjemahan ini dan mereka mengira bahwa terjemahan yang paling
cocok untuk bahasa arab jihad adalah
perang suci, ini sangat salah. kata yang disebutkan dalam kita suci Al-quran adalah
berjuang. Yang berarti membunuh. Tapi sekali lagi, melawan ada 2 jenis,
membunuh ada 2 jenis untuk tujuan baik dan tujuan jahat. Seperti dipelajari
dalam Al-quran surat anniasaa bab 4 ayat 76, orang-orang yang percaya, berjuang
dengan cara Allah SWT, mereka berjuang dengan caraAllah dan orang yang tidak percaya berjuang dengan cara setan.
Orang yang percaya berjuang melawan kekuatan setan artinya orang jahat berjuang
dengan cara setan. Dan orang baik berjuang dengan caraAllah swt.
Jadi jihad
bukan beraarti perang suci. dan kita hanya berarti hanya untuk berjuang. Kita fii sabiilillah berarti berjuang dengan
cara Allah SWT. Dan kita fii sabilissayiton berjuang dengan cara setan. Kata jihad disebutkan beberapa kali dalam Al-quran
diberbagai tempat. Bahkan pernah digunakan oleh nabi Muhammad SAW dan juga
beberapa doktrin lainnya. Jika anda baca Al-quran disebutkan dalam surat alhaj
bab 22 ayat 78 seperti mereka berjuang dijalan Allah SWT demikian kita harus
berjuang dengan keikhlasan dan disiplin. Dengan cara Allah SWT lah kita
seharusnya berjuang. Juga dikatakan dalam
Al-quran surat attaubah ayat 20 bab 9 orang orang yang beriman dan berhijrah
serta berjihad dijalan Allah SWT dengan harta benda mereka dan diri mereka
adalah lebih tinggi derajatnya disisi Allah SWT dan itulah orang-orang yang
mendapat kemenangan. Itu artinya bagi siapa saja orang beriman yang berusaha
jika ia berjuang dan berjihad dijalan
Allah SWT dan dengan kekuatan Allah dan
juga tidak mementingkan dirinya sendiri
dengan seluruh nyawa dan juga fikirannya inilah orang-orang yang menerima
tempat yang tertinggi disisinya dan mereka akan segera masuk surga.
Kemudian disebutkan juga dalam hadis shahih
albukhori edisi ke 4 no 46 disitu dikatakan almujahidin bahwa almujadihidin
adalah orang-orang yang berjuang dijalan Allah dan Allah juga tahu siapa
orang-orang yang berjuang dijalannya. Dan perhatikan ini. Orang-orang ini
adalah orang orang yang mengerjakan puasa dan sholat tanpa ditinggalkan. Dan
bila seseorang seperti mujahidin yang berjuang dijalan Allah lalu ia mati maka
ia masuk surga dan jika ia kembali maka ia akan mendapatkan pahala yang setimpal. Katajihad disebutkan dalam Al-quran dalam beberapa kali dan difirmankan
oleh Allah SWT surat al ankaabut bab 29 ayat 6 disebutkan, dan barangsiapa yang
ber jihad dijalan Allah SWT itu untuk
dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah maha kaya dan ia tidak memerllukan sesuatu
dari alam. Artinya apabila kau berjuang dengan jalan Allah SWT kau melakukannya
untuk dirimu sendiri, karena Allah SWT tidak memerlukan apapun. Artinya jika
engkau berjuang dijalan Allah itu untuk keuntungan dirimu sendiri dan bukan untuk Allah. Karena Allah tidak
bergantung pada ciptaanya Allah mandiri dan dia tidak memerlukan bantuan
siapapun juga jika kau berjuang dengan
jalan Allah maka semua itu untuk keuntunganmu sendiri.
Disebutkan juga dalam Al-quran, surat attaubah
bab 9 ayat 24, kul inkaana aabaukum wa abnaaukum
wa akhwaanukum wa ajwaajukum wa asiirotukum wa amwaalu iktaroptumuuhaa
watijaarotun takhsaunaa kasaadahaa wa masskinuu tardounahaa ahabbaa ilaikum
minalloohi warosuulihi wa jihaadim fii sabiilihi fatarobbashuu hattaa ya’ti
alloohu biamrihi walloohu laa yahdil koumal faasikiin. (katakanlah jika bapa-bapa, anak-anak,
saudara-saudara, istri-istri, dan kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu
usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat
tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cinati daripadaAllah dan rasulnya dan dari berjihad dijalannya,
maka tunggulah sampaiAllah
mendatangkan keputusannya. Dan Allah tidak memberi petunjuk bagi orang-orang
fasik).
Allah juga berkata apabila kamu mencintai dunia,
dan segala harta benda lebih dari cintamu padanya dan lebih dari rasulnya dan
berjuang dengan jalan Allah SWT maka tunggulah sampai Allah mendatangkan
keputusannya. Dan Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang-orang yang
fasik.

